Menu Navigasi

Kamis, 07 Februari 2013

Daftar Bacaan

Manusa manusa

waktu SD saya  kepengen cepet SMP, biar bisa malak bocah SD, biar keren, sekolah naek ojeg (halaah). 
Tapi pas SMP , ah sialan saya  dipalak anak SMA, ojeg mahal euy,, haha pengen cepet SMA, SMA kan ceweknya asoy asoy,, pengen pacaran. 
Begitu SMA - grrrr.... Pelajarannya susah susah,,, arggh mana banyak banget,, pengen cepet cepet kuliah.... Lagian cewek anak kuliahan pasti lbh montok dan yang terutama pelajarannya gak banyak kaya SMA- good bye matematika 
nyatanya saat KULIAH -- ancooooll,,, gila euy,, mikiran kuliah, mikiran tugas, mikiran kabogohh,, mikiran hayang balik kampung (yang ngekos) 
Pengenn balik ke SD lagi....,, santaiii,,, jajan dapet,, sekolah kagak pusing pusing amat,,, ( gak mikirin karena can hideng),, teu mikiran mamingan,, gawe teh ngan saukur ulin,, sakola,, ngaji,, sakola agama,, nonton kartun (biasana kapten subasa, atau dragonball , doremon, ah pokokna loba),, ucing nagog, ucing sumput,, maen kaleci, panggal,, kadang bepe bepean ( di imah neng Reni eta ge pedah euweuh batur,, si Angga and Herii lagi kemana entah) 
Hhmmm ya ya ya begitulah hidup,,, 
Kadang ingin mempercepat waktu,, seringkali ingin memperlambat,, atau bahkan pengen puter balik... 
"ah,, kok udah sore lagi" 
"heuuuhh aingah lila amat sih ti tadi karek jam hiji" 
"alaaass,, coba kamari urang dahar jengkol" 
Ckckck 
Manusa,, manusa,,, loba akal, loba pikiran,, loba anu diakalan,, loba anu dipikiran... 


  

Saya tidak Membanggakan

I'm sorry if I still haven't made u proud.
Ya segini prestasi saya.
Selama kuliah baru dapat 2 nilai C
Mendapat trophy walikota untuk juara 1 lomba mengajar.
Trophy juara 1 Porsenim kategori band
juara 3 storytelling
Hanya bisa jadi pemred majalah kampus.
Satu kali dapat beasiswa.
IPK cm 3,2.
Belum pernah ikut demonstrasi
aktif di himpunan lalu bem tapi masih kuliah dengan tanpa terbengkalai.
Kuliah.. Kuliah.. Kuliah
Kadang maen buat dinginin kepala.
Panas, karena kepala saya tidak sedingin kepala para leluhur saya. Kepala saya cepat panas. Cepat pusing. Butuh kopi ....
Saya mohon saya ingin kopi..

Maaf jika saya belum bisa membuat kalian bangga.
Terima kasih banyak.

Speaking Assignment 4

  1. Watch the news below and try to understand what is it talking about
  2. Find an article about flood in Jakarta.
  3. Act as a newscaster and and record with a video recording (do same like the newscaster did, you may use any suit to make you similar with true newscaster)
  4. upload your video into youtube.
  5. copy your video link in paste it on the comment column and put your name, student number and class. Format : yourname_Studentnumber_class. Example: Kokom_031109015_VII-E) before 00.00 am  15 Maret 2013. 
  6. Your score will be published on this blog on "pengumuman' menu a week after the dead line.


Speaking Assignment 3

  1. Watch the video below and please understand what do the kid talk about.
  2. Make a description about your own pet if you don't have any you can describe your friend's pet.
  3. You may use any direct object or everything  for your media.
  4. Record your describing video then upload it into youtube.com 
  5. Copy your video link into the column of comment and put your name, student number and class. Format : yourname_Studentnumber_class. Example: Kokom_031109015_VII-E) before 00.00 am 21 February 2013
  6. Your score will be published on this blog on "pengumuman' menu a week after the dead line.



Speaking test result

Sepaking Test Result by

Selasa, 25 Desember 2012

Speaking Assignment 2


1. Wacth the video below and understand what they are talking about
2. In pair, make a short dialogue about your planning after you graduate from your school.
3. Record your dialogue (format .WAV or Mp3) then submit to penjelajahmimpi@gmail.com before 7th January 2013
4. Your score will be showed on this blog a week after the deadline.

Speaking Assignment 1

Direction
1. Watch the video below and please understand what it is about.
2. Please retell it and record your retell (format .WAV or .Mp3)
3. Submit your recording to penjelajahmimpi@gmail.com before 00.00 31st  Desember 2012
4. Your Score will be showed on this blog  a week after the deadline.

Jumat, 09 November 2012

Jampi Tolak Bala


 nyingkahkah kah nyingkah
                hushsah hushah hayeah
           gelap pergi pergilah gelap
              durjana yang pekat api mampuslah

                    nyingkahkah kah nyingkah
                           hushsah hushah hayeah
                                ludeslah hitam ditelan cahaya
                         jauh terbang hancurlah musnah

                ooo ooo yang Hyang
                    semerbak harum jadilah disini
       mendamai hamba dalam kesucian


(Jampi Tolak Bala - Anggi Firmansyah)

Rabu, 31 Oktober 2012

Code Switcing: Pengalihan untuk kenyamanan pembicaraan

_______________________________________________________________________
Oleh : Anggi Firmansyah NPM 031109221 (VII/E) FKIP Uniersitas Pakuan Bogor)
 

       “Mus, maneh moal ngilu ka Bayah teh? (sunda: Mus, Kamu tidak akan ikut ke Bayah?) tanya sahabat saya yang bernama guntur.
       “Moal ah, urang teu boga duit cuy” (sunda: tidak ah, aku tidak punya uang) jawab Mustofa.
       “Ah maneh mah, kumaha sih (sunda: Ah kamu, gimana sih)
       Kami bertiga sedang berada di ruang tamu kediaman Mustofa, Tanjungpura, Karawang. Malam itu (15/10/2012) saya dan Guntur sengaja mengunjungi rumahnya untuk memastikan apakah Mustofa akan turut serta touring ke Bayah. Namun nampaknya Mustofa berhalangan.
       “De,,, Dede...!!!”
Terdengar suara laki-laki paruh baya memanggil.
       “Muhun pak, Kulan!” Jawab Mustofa.
Rupanya Ayahnya Mustofa yang memanggil. Kemudian Mustofa yang mempunyai panggilan ‘dede’apabila berada di rumahpun dengan segera menghampiri sang Ayah yang duduk serambi rumah tepat dibalik ruang tamu dimana kami bertiga berada saat itu.
       “Tadi Bapak nguping bade ameng ka Bayah?(sunda: tadi Bapak dengar mau pergi ke Bayah?)
       “Muhun Pak” (sunda: Iya  Pak!) jawab teman saya yang mempunyai nama lengkap Amay Mustofa.
       “Dede ngiring?” (sunda: Dede Ikut?)
       “Oh moal pak. (sunda: Dede ikut?)
       “Ulahnya, ulah ngiring. Melang bapak mah (sunda: jangan yah, jangan ikut, Bapak hanya khawatir)
       Saya dapat dengan jelas mendengar percakapan anak dan bapak tersebut. Mustofa tidak akan ikut. Saya terdiam beberapa saat, bukan karena Mustofa tidak bisa ikut tapi karena bahasa yang diunakan olehnya terasa sedikit berbeda. Bahasa yang Ia gunakan saat bertutur kepada Guntur dan kepada Ayahnya. Sama-sama Bahasa sunda namun terasa berbeda. Saya masih tidak memahaminya sampai Mustofa menjelaskan bahwa didalam Bahasa Sunda ada sebuah tataran bahasa, yaitu tata bahasa atau kata-kata mana yang pantas atau tidak untuk digunakan kepada beberapa orang tertentu.
Menurut ilmu sosiolingusitik pengalihan tutur yang telah dilakukan Mustofa disebut dengan “code switcing”. Code switching merupakan istilah linguistik yang digunakan dalam dua bahasa atau lebih atau variasi bahasa dalam percakapan. Orang-orang multilingual seringkali menggunakan beberapa bahasa dalam percakapannya dengan orang lain. Oleh karena itu alih kode secara sintaksis dan fonologi sesuai dengan penggunaan bahasa yang beragam atau bervariasi. Appel (1974:79) mendefinisikan alih kode itu sebagai gejala peralihan pemakaian bahasa karena berubahnya situasi. Contoh peralihan penggunaan bahasa dari bahasa Sunda ke bahasa Indonesia yang dilakukan oleh dua pembicara bahasa Sunda karena berubahnya situasi yakni datangnya Sitogar dari Tapanuli.
Namun, code switching tidak hanya dilakukan dalam satu bahasa saja. Code switching masih bisa dilakukan dalam tataran bahasa yang sama. Misal dari bahasa sunda ke bahasa sunda seperti yang dilakukan oleh Mustofa yang melakukan code switching saat berbicara kepada Guntur dan saat berbicara dengan ayahnya. Hymes (1974:103) menyatakan code switching itu bukan hanya terjadi antar bahasa, tetapi juga dapat terjadi antara ragam-ragam atau gaya-gaya yang terdapat dalam satu bahasa. Jadi bisa disebut pula bahwa code switching merupakan peralihan penggunaan bahasa yang bisa terjadi pada penutur monolingual, bilingual, maupun multilingual.
Lalu mengapa hal ini bisa terjadi? Pada dasarnya ada beberapa sebab mengapa seseorang melakukan code switching, yaitu:
1.  Pribadi pembicara; ini berkaitan dengan peran pembicara dalam satu komunikasi, misalnya seorang anak yang berbahasa Jawa dalam sebuah keluarga.
2.  Hubungan pembicara dengan mitra pembicara; misalnya pembicara berkomunikasi dengan anggota keluarga dan masing-masing anggota keluarga tersebut memiliki cara berkomunikasi yang berbeda sesuai dengan perannya dalam keluarga
3.     Topik atau subtopik; misalnya di kantor yang semula membahas topik tentang pekerjaan beralih ke topik individu.
4.  Perubahan situasi dengan hadirnya orang ketiga yang berlatar belakang bahasa berbeda. Misalnya dalam situasi nonformal yang melibatkan dua pembicara berbahasa sama, kemudian muncul orang ketiga yang berbeda bahasa dengan dua pembicara sebelumnya.
5.      Perubahan dari formal ke informal atau sebaliknya; misalnya dalam situasi di kantor, antara bos dan karyawannya membicarakan topik yang bersifat formal beralih ke topik nonformal.
Berikut contoh dalam dialog sehari-hari.
Percakapan di bawah ini terjadi antara Fikri  dan Rohmayanti di kelas sambil menunggu dosen datang.
Fikri                : Kapan tugasnya dikumpulin?
Rohmayanti    : Katanya seminggu lagi. Kamu udah selesai ta?
Fikri                : Mboh ki, kelompokku padha mbeler kabeh, kelompokmu piye?
Rohmayanti    : Alah padha ae, aku pusing jadinya.
       Pada contoh percakapan di atas ada alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa, dan sebaliknya. Hal ini terjadi karena adanya hubungan personal antara si A dan si B yang memiliki latar belakang bahasa yang sama. Kedua bahasa tersebut digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari mereka.
       Begitupula yang dilakukan oleh Mustofa, yang mengalihkan bahasa sunda untuk percakapan teman sebaya ke percakapan bahasa sunda untuk orang yang lebih tua. Ini teta disebut Code switcing walaupun dalam suatu bahasa karena code switcing bukan hanya pengalihan bahasa tetapi juga ragam. Oleh karena itu dinanamakan code switching bukan language switching.(Anggi)

Kamis, 11 Agustus 2011

Juga (Petualangan Cinta Part 1)

Juga

Ketika cinta bersemi, menghadirkan getar – getar syahdu di dada. Tersenyum sendiri dalam keramaian. Nyaris seperti orang gila, berjingkrak jingkrak seraya tertawa tak jelas.

Hari sabtu, sepulang olah raga bersama. Aku dan teman-temanku tengah beristirahat di bawah pohon beringin, seberang kantor camat. Sejuk karena rindangnya mampu menghalangi terik yang menyengat kulit. Duduk tak beraturan, dengan kancing baju terbuka. Meneguk es bergantian, satu kantung plastik untuk banyak mulut. Tanpa sedotan tanpa sendok.

Dia menatapku, melintas di hadapanku dan teman – temanku. Cantik, tercantik diantara temannya. Kami saling bertatap dalam sipu malu. Dia dan teman-temannya terus berlalu diiringi siulan gaduh teman-temanku. Para laki – laki yang mencari perhatian lawan jenis, dengan cara yang menurutku aneh.

*** ***** ***

Senin, sehabis upacara bendera. Aku menjadi pemimpin upacara tadi, dan Dia menjadi pembawa acara. Aku nyaris tidak dapat berkonsentrasi, menatapnya, mendengarkan alunanan suara merdunya. Aku telah memikirkannya, ini tidak bisa dibendung lagi. Segera meluap dan menjebol dinding hatiku. Aku harus mengutarakannya. Saat ini juga atau tidak sama sekali. Ruang kelas gaduh, guru kelas belum masuk sebabnya. Ini waktuku, kesempatan untuk menulis. Aku merobek kertas, buku catatan matematika paling belakang. Satu lembar kosong yang kugunakan untuk menulis sedikit kata.

*** ***** ***

Selasa, sepulang sekolah. Sahabatku –Dede Hidayat–, terbaik diantara sahabatku yang paling baik, berlari memanggil namaku. Dede memberiku kertas yang kutitpkan kemarin untuk dia. Masih kertas yang sama. Membukanya dan memulai membaca. Berisi tulisanku yang kemarin, ditambah tulisan tangannya.

Aku suka sama kamu

Aku juga suka sama kamu

Tuhan, aku senang bukann main, angin yang bertiup di sekujur tubuhku begitu sejuk. Dia juga menyukaiku. Terima kasih semuanya. Dia, wanita kecil tetangga kampungku. Adik kelasku, satu tahun dibawahku. Hania– siswi kelas lima. Aku berlari ke rumah, segera ganti baju lalu makan. Ceria karena satu kata dari dia – Juga – . Ya, juga.

Kamis, 30 Juni 2011

Ini Sudah Senja

Aku ingin berlari

menembus ruang dan waktu

ke masa dimana aku belum berdosa – kembali

ke masa lampau sebelum bersalah – aku

ke zaman saat aku masih putih dan suci

Aku ingin jarum jam – memutar

searah pergerakan orang yang thawaf

balik peristiwa untuk meremaja kembali – Memutar

Berputar mundur menuju kanak kanak tanpa khilaf

hingga tenggelam jauh menjadi bayi suci yang tawar

Untuk menghapus garis

yang tergores dalam lembaranku

Tapi --Penghapus seperti apa??

Garis itu terlalu banyak dan mengotori

lemabaran yang dulu putih.

Aku berpikir untuk merobeknya

agar aku tak punya coretan kotor

Haruskah Kurobek? Lalu

Tapi aku tak akan punya lembaran sama sekali.

Akupun tak tahu apakah Tuhan mau memberikanku

selembar yang baru – lagi

Beri aku hembusan sejuk

mentari nan hangat

pijakan kuat

pegangan yang kokoh

dan selembar putih yang baru

Aku ingin menulis sekali lagi.

(Sirami aku dengan cahaya surgaMu, izinkan aku tumbuh sekali lagi)

Saya Sayang sama Wanita Saya

Pernah berpikir gimana sakitnya melahirkan??? Atau sudah ngerasain barangkali?? hahah

Jelas pria gak akan kuat nahan sakitnya saat ngeluarin anak. Pria gak akan sanggup (Tuhan maha tahu, Tuhan tahu pria gak akan sanggup dan kuat untuk melahirkan seorang anak,lantas Tuhan memberikan dan mempercayakan amanat (melahirkan) itu kepada kaum wanita). Anda yang sedang membaca ini pasti tahu Ibu kita ngebrojolin kita itu sakitnya 2/3 mati (kiasan lebay dari 1/2 mati, mudah mudahan aja kiasan 2/3 mati buah pikiran gue ini bakal jadi kiasan gaol gela yang ngetren di masa depan) sakiiiit minta ampun (nyeRI kabina bina). Jadi kita gak pantes banget buat buat nyakitin lagi ibu kita yang udah kita sakitin saat lahirin kita. Kemudia untuk para Ayah, Papah, Papih, Bapak, Abah, dan sebangsanya (sejenisnya) please stop mengasari wanita (istri)karena mereka harus sakit 2/3 mati setelah sembilan bulan sebelumnya memberikan nikmat 2/3 mati.

the points are : Sayangi wanita, Ibu kita, Istri, Pacar, teman teman wanita, dan semua manusia yang mempunyai fungsi melahirkan. jangan mengasari mereka.

Setelah anda membaca tulisan ini :Lets say! "Saya tidak akan menyakiti wanita wanita saya".

Saya Saya Salah Salah Lagi

Tuhan

kenapa saya selalu melakukan kesalahan??

kenapa setiap apa yang saya lakukan

hanya menjadi sesuatu yang salah

.. salah lagi-salah lagi,,

semua serba salah,

saya juga ingin menjadi orang yang bisa diandalkan.

menjadi seseorang yang bisa membantu,

menjadi orang yang dipercaya,

saya ingin orang pecaya sama saya,

saya tulus tuhan,

TUHAN, tolong baca tulisan saya ini, saya menyayangi dia apa adanya Tuhan,

bneran, suer,, tuhan,, please.

Tuhan,, TUHAN. Tuhann ,,ya Tuhan. oia ,, saya mau tanya.. apa saya berjodoh sama pacar saya??

Teman Saya Belum Datang Juga

saya sudah duduk sejak pukuk 7.30 pagi,
sendirian.
Seorang cleaning service berdiri
tepat
di sebelah kanan saya.
Tangan kanannya memegang kain lap
sedangkan
yang satunya memegang botol
berisi cairan pembersih yang saat ini
ia pergunakan untuk menyemprot
pintu kaca otomatis-yang belum menyala.
Sesekali ia melirik ke arah saya.
Mungkin heran seorang pemuda duduk
di seberang tangga berjalan yang masi mati
tanpa
seorang teman.
Saat ini saya memang sendirian
namun
tidak lama lagi tidak akan.
Saya d sini
di lantai satu
plasa jembatan merah
di tempat yang kamu janjikan.
Iya, kamu.
Kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Minggu, 19 Juni 2011

Lihat dulu sebentar ke sini

saya berdiri sendirian dalam perasaan yang sunyi. saya hanya bisa menundukan kepala tanpa berani menatap wajah yang sebenarnya selalu hadirkan getar syahdu. Sayapun takkuasa melontarkan sapaan yang dulu selalu hangat dalam setiap pertemuan. Saya hanya bisa tersenyum dari jauh. Saya ingin senyuman itu, senyuman yang menuntun pada tawa, dan bahagia. Saya ingin sapaan itu, yang hangat dan memapah Saya kembali menuju gembira. Saya hanya ingin menyapa Anda dengan enam kata : Saya cinta dan Saya makin cinta. Saya sayang sama "cewek". maafkan Saya. kasar Saya, khilap Saya, salah Saya, dan egois Saya. terangi Saya dengan lentera hati Anda. tunjukan Saya jalan menuju serambi hati kemudian bilik utama. tentu saja milik Anda.

R.P.S.B.A

Saya ingin ”cewek” selalu ada disamping saya. Saya ingin “cewek” menyapa saya. Saya ingin “cewek” sms Saya walau hanya sms “lagi aph?”.

Tuhan buat “cewek” tetap berada di samping saya, selalu.

lebih dari sekedar makan kerupuk ,mendorong gerobak, menanam pisang, naik becak apalagi "tuuuuuuuuut".

Saya Telah Merasa Haus Saat ini

Air itu milik saya, kenapa kamu meminumnya?
Saat ini saya memang tidak haus
tapi
suatu saat tentu saya akan kehausan dan membutuhkan air itu
untuk saya minum,
tapi
kamu
telah meminumnya.

Saya tahu kamu telah salah
dan
sayapun menyadari bahwa mungkin
kamu tidak sengaja meminumnya.
Saya teman kamu karena
kamu telah menjadi teman saya sedari dulu.

Teman, air itu milik saya
dan
kamu terlanjur meminumnya.
Air itu telah terkurung di lambungmu
sebelum merambat di ususmu.
Walau Tuhan telah memberikan segelas yang baru,
air yang kini telah kau kencingkan itu
adalah air saya yang dulu sangat jernih
yang seharusnya saya minum
saat
saya merasa haus seperti sekarang.